Tsunade Ero-Gaiden

Mencoba peruntungan nulis ginian di sini, maafkan kalo salah tempat suhu????

1. Tsumiko


"Yak! Cut!" teriak seorang pria yang membawa megafon plastik, "Apa kalian mendapat rekaman wajahnya?"

Seorang kameramen mengacungkan jempolnya, "Sempurna, Suzuki-san!"

Pria yang dipanggil Suzuki itu mendekati seorang wanita berambut pirang panjang yang kini sudah acak-acakan, "Kerja bagus, Tsunade."

"Aahhh~ Haaahh~ Sudah kubilang... Ngghhh... Jangan memanggil nama asliku saat sedang bekerja..." ujar Tsunade dengan nafas terengah-engah,

"Ahahah... Maafkan aku Tsumiko, sudah kebiasaan."

"Apa kau bisa membantu mengeluarkan penis Kuru-chan dari vaginaku?"

"Ah, baik, baik... Oi! Cepat bantu dia!"

Beberapa orang pria datang membantu mengeluarkan penis seekor kuda dari vagina Tsunade. Satu desahan panjang keluar dari mulut mantan Hokage itu begitu penis sepanjang 40 cm berhasil ditarik keluar dari lubang kewanitaannya. Tsunade masih dalam posisi berdiri menungging, kedua tangannya bertumpu pada sebuah kotak besar untuk menopang tubuhnya yang baru saja "ditunggangi" oleh seekor kuda.

Sang sutradara yang dipanggil Suzuki-san berjalan ke bagian belakang Tsunade, "Woaah... Tahan posisimu, Tsumiko! Ini adalah gambar yang bagus."

Dengan isyarat dari tangannya, Suzuki menyuruh kameramen untuk merekam vagina Tsunade yang sudah menganga lebar. Tidak hanya terbuka lebar, bagian dalam vagina Tsunade juga sudah terisi penuh oleh sperma putih milik kuda berwarna hitam yang dipanggil Kuru-chan itu. Di sekitar bibir vagina dan paha Tsunade juga sudah berlumur darah yang sudah tercampur sperma kuda.

Kameramen itu dengan antusias merekam lubang kewanitaan Tsunade. Wanita itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena harus menahan posisi tubuhnya yang sudah melalui sesi perkawinan dengan kuda selama dua jam. Tanpa ia sadari, vaginanya sudah mulai berdenyut dan ia mengalami orgasme karena sensasi ketika kamera sedang merekam dirinya membuat birahi kembali memuncak.

"Aaaaahhhh~"

Tsunade menyembur cairan vaginanya dan bercipratan ke arah kamera. Cairan bening itu bercampur dengan sperma dan mengenai wajah kameramen juga. Karena sudah tidak tahan lagi, sang Legenda Sannin itu jatuh terbujur lemas di tanah dengan kaki yang mengangkang lebar. Posisi kakinya memamerkan lubang vaginanya yang kini bagaikan sebuah goa.

"Haahh... Haahh... Apa kalian sudah selesai?" tanya Tsunade dengan lemah.

"Tenang saja, kami sudah selesai. Seperti biasanya, kan?" kata Suzuki.

Tsunade mengangguk lemas dengan nafas yang terengah-engah. Kedua bongkahan payudara besarnya ikut naik turun tiap kali ia menarik nafas. Suzuki dan kru filmnya meninggalkan Tsunade sendirian di dalam kandang kuda. Setelah semua orang keluar, Tsunade dengan susah payah duduk dan bersandar di salah satu kotak tempat ia "dieksekusi" oleh seekor kuda. Dengan segel tangan sederhana, Tsunade mengumpulkan cakranya dan memusatkannya ke daerah vaginanya.

Ia melepaskan jutsu Sozo Saisei miliknya untuk menyembuhkan area vaginanya. Ia berhasil mengetahui rahasia jutsu itu dan meningkatkannya ke level tertinggi. Kalau dulu ia harus mengorbankan umurnya untuk meregenerasi sel-sel tubuhnya, kini ia tidak perlu melakukan hal itu lagi. Ia hanya perlu menggunakan sperma dari pria atau makhluk hidup jantan lainnya untuk membantu penggunaan cakranya.

Dengan merubah sperma itu menjadi cakra, ia mampu menyembuhkan dirinya tanpa harus takut menjadi tua. Bahkan, keampuhan sperma itu mampu mengembalikan selaput daranya dan meningkatkan sel-sel lainnya. Seperti saat ini, Tsunade sedang meregenerasi vaginanya yang kini menganga lebar dan mengembalikannya ke ukuran seperti saat ia masih perawan dulu. Ia juga meningkatkan hormon prolaktin miliknya untuk memproduksi air susu tanpa harus mengalami kehamilan.

Secara perlahan, vagina Tsunade yang dipaksa menelan penis besar kuda itu sudah kembali menjadi normal. Ukuran putingnya tiap kali ia menggunakan jutsu itu bertambah menjadi dua kali lebih besar, hampir seukuran dengan buah stroberi matang. Ia harus mengeluarkan sebagian air susunya untuk mengembalikannya ke ukuran semua karena air susu itu adalah sisa cakra yang tidak terpakai saat proses penyembuhan. Sisa cakra itu dihasilkan dari sperma yang menumpuk di rahimnya, karena sperma itu, kini perut Tsunade terlihat sedikit membesar.

"Aaahhh~ Aaaaahhhh~" Tsunade mendesah keenakan saat ia meremas-remas payudaranya. Ia merangsang bagian dadanya itu dengan kedua tangannya, walau tangan itu tidak mampu meliputi seluruh bagian dada 106 cm miliknya setidaknya ia masih bisa meremas bagian di sekitar putingnya.

Tsunade menyentuh klimaksnya, namun bukan cairan vagina yang keluar saat ia mengalaminya, melainkan air susu dalam jumlah yang banyak. Ia memerah payudaranya dan terus memaksa putingnya untuk mengeluarkan air susu hingga satu tetes terakhir. Air susu itu meresap ke dalam tanah dan menumbuhkan rumput di sekitarnya. Hal itu menandakan kalau air susu Tsunade yang sudah tercampur dengan cakra memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.

Seluruh stamina dan luka di vagina Tsunade sudah kembali pulih. Ia kemudian memakai celana dalam g-string berwarna ungu dan celana miliknya yang ia letakkan di meja dekat pintu kandang. Setelah itu ia memakai blus abu-abu bergaya kimono tanpa lengan miliknya dan mengikat obi di pinggangnya. Ia merapikan rambutnya dan mengikatnya menjadi dua kuncir kuda.

"Ah, Tsumiko," sutradara Suzuki berjalan mendekati Tsunade yang baru saja keluar dari kandang kuda, "Ini bayaranmu untuk hari ini."

Tsunade menerima uang itu dan menyelipkannya ke bagian payudaranya, "Terima kasih, Suzuki."

"Tidak masalah, videomu bulan lalu laris terjual. Tidak kusangka para kakek-kakek itu mampu membuatmu keenakan seperti itu."

Tsunade menghela nafasnya, "Kalau bukan karena uang untuk berjudi, aku tidak akan mau diperkosa bergilir oleh kakek-kakek itu."

Suzuki tertawa, "Tidak kusangka mantan Hokage mau menjual dirinya untuk uang. Yah, aku juga tidak menyalahkanmu, setelah perang berakhir, kehidupan menjadi lebih aman. Apalagi Naruto menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Hokage, jadi Legenda Sannin sepertimu tidak perlu turun tangan."

"Aku setuju denganmu, namun aku membutuhkan sumber pemasukkan untuk hobi berjudiku dan aku terpaksa melakukan hal ini," Tsunade berhenti sebentar dan berbisik pelan, "Walaupun diam-diam aku menikmatinya."

"Bahaha! Kau bisa mengandalkanku untuk urusan uang, aku akan menjual video ini dan membuatnya meledak di pasaran." Suzuki melambaikan kedua tangannya di udara, "Dengan judul "Tsumiko Menjadi Tunggangan Kuda Selama 2 Jam Penuh" video ini pasti akan laris manis."

"Ugh, kenapa aku jadi jijik kalau kau mengatakannya seperti itu."

"Hei, hei, orang yang ada di dalam video itu cuma kau." Suzuki menyipitkan matanya dan mendekati Tsunade, "Kenapa kau menerima tawaranku untuk 'bermain' dengan kuda?"

"Apa kau bodoh? Tentu saja karena uang, kalau kau tidak membayarku dua kali lipat dari video sebelumnya, aku tidak mungkin mau menaruh penis besar kuda itu ke dalam vaginaku. Ditambah, kuda itu merebut keperawananku. Apa kau lihat berapa banyak darah saat penis itu merobek vaginaku?"

Suzuki menggigil, "Uggh... Sejujurnya aku hampir pingsan, namun ekspresi wajah keenakanmu membuatku kembali sadar dan benar-benar membuatku bergairah."

"Ini juga bukan pertama kalinya aku disetubuhi seekor kuda." kata Tsunade santai.

"Eh? Kau pernah bermain dengan kuda sebelumnya?" tanya Suzuki yang hanya dijawab dengan anggukan santai Tsunade, "Kapan kau melakukannya?!"

"Hanya cerita kelam di masa lalu, kapan-kapan kuceritakan saat kita minum sake bersama,"

"Kau membuatku semakin penasaran. Untuk video selanjutnya, apa kau mau berpasangan dengan Sumo-chan? Ia lebih besar dari Kuru-chan, kujamin kau akan menyukainya."

"Ya, ya, walau aku masih memilih berhubungan seks dengan manusia normal, kalau uangnya lumayan aku akan mencoba dengan Sumo-chan. Sampaikan salamku pada yang lainnya, aku akan ke rumah judi di Tanzaku." Tsunade melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan Suzuki, namun belum berapa langkah, Suzuki menghentikannya.

"Tanzaku? Kau yakin ingin ke sana?"

Tsunade berbalik dan memandang Suzuki dengan penuh kebingungan, "Eh? Memangnya kenapa?"

"Kau tahu, yang menguasai perjudian dan rumah bordil di Tanzaku sekarang adalah Onihime. Aku tahu kau tidak pernah menang bertaruh melawannya, bahkan cerita tentangmu kalah taruhan dengan Onihime dan diperkosa oleh lebih dari ratusan orang dalam satu malam di Tanzaku bukan menjadi rahasia umum lagi. Bukankah itu asal usul julukan Sang Penghisap Legendaris muncul?"

Tsunade menundukkan kepala dan mengingat kejadian buruk yang menimpanya dulu, "Kau tidak perlu mengucapkannya keras-keras. Aku tidak akan lupa penghinaan itu dan lebih tepatnya aku diperkosa oleh 1.359 orang dan satu ekor kuda selama satu hari penuh."

"Ooohhh!" Suzuki berteriak saat ia mengerti apa yang dimaksud Tsunade.

"Diam kau." Tsunade mengepalkan tangannya dan mempertemukan kedua tinjunya, "Kurasa ini akan menjadi taruhan yang menarik."



Author note :

Julukan Tsunade "The Legendary Sucker" ini ane translate kasar jadi "Sang Penghisap Legendaris" untuk mendukung jalannya cerita. Terima kasih :)

EPISODE 2

DOWNLOAD VIDEO MESUM TERBARU